Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2024

Dars Risalah Muawwanah 25 Mei 2024

 💖 Dars Risalah Muawanah 📜 Khatam (3) 🎙️ Ustadzah Dara Husaien 🗓️25 mei 2024 H ........... ✉️Wasiat kepada Nabi Musa AS: 🌾".. wahai putra 'imron.. hendaklah mencari teman yg baik,yg bisa mengajak pada kebaikan, bukan teman yg kelak bisa menjadi musuh,sebab.. seberapapun kita berteman, semua itu akan di pertanggung jawabkan di hadapan Allah,maka.. Carilah teman yg bisa mempercepat kita ke dalam surga. 🌾 Tinggalkan lah tempat yg bisa membuat kita gelisah, jika tidak bisa..maka setidaknya bawa hati kita pergi dari tempat itu,jika hati kita ada di tempat yg jauh dari Allah.. tinggalkan!,kalau hati kita mulai ngikut.. tinggalin itu!..maka Allah akan ganti yg lain, Allah akan sambut tangan kita, Allah gak akan mungkin biarin kita yg berusaha untuk mendekat pada Allah.. Ketika kita membawa hati kita pada tempat yg baik..maka kita akan Nikmat.. Kalau kita udah serahin hati kita pada Allah,maka gak ada kekhwatiran lagi di hati kita, kalau kita masih khawatir berarti kita belum se...

Dars Risalah Muawwanah 11 Mei 2024

 ✨ Dars Risalah Muawwanah 💌 Khatam (2)  🎙 Ustadzah Dara Husaien 🗓 11 Mei 2024 ••• Jika terakhir kita bahas tentang bagaiaman kita jadikan diri kita lebih tawadhu, tidak ada kesombongan dalam diri kita, semua yang kita lakukan itu adalah betul betul untuk Allah. Ga ada niat untuk menjadikan diri kita lebih baik daripada makhluk yang lain, tapi bagaiaman kita mencari pandangan dari Allah SWT.  Dituliskan oleh Imam Haddad, hadist Nabi SAW bahwa saat itu Rasulullah SAW bertemu dengan Allah SWT, aku melihat aku menatap Allah dalam tidurku, saat itu allah mengatakan kepadaku sebuah hadist qudsi atau kalam, allah berkata "wahai Muhammad" kata Rasulullah "labbaik". Maka kalau ada yang manggil kita, bagian daripada ittiba' sama Rasulullah juga kita jawabnya " Labbaik", "marhabaa" juga boleh, tapi labbaik lebih sopan. kita ittiba' sama Nabi SAW. Allah mengatakan, yang di wasiatkan oleh Hubabah Nur, setelah solat baca  اللهم إني أسألك فعل الخيرات...

Dars Risalah Muawwanah 9 Maret 2024

 ✨ Dars Risalah Muawwanah 💌 Khatam (1)  🎙 Ustadzah Dara Husaien 🗓 9 Maret 2024 ••• 🌼Dari wasiat yabg pertama di bab khatam, tentang hadits Nabi Muhammad  ".. wahai Hamba-Ku sesungguhnya Aku mengharamkan Dzolim pada diri-Ku ,maka akupun mengharamkan nya di antara Kalian,dan jangan kalian saling dzolim mendzolimi.." Kita tidak boleh Dzolim pada orang dalam hal apapun,baik dari perkataan,atau perbuatan,atau juga dari isyarat 1.)Dzolim dari perkataan , seperti hal dari lisan kita yg bisa menyinggung siapapun, apalagi jika orang yang tersakiti hatinya oleh perkataan kita sampai mengadu sama Allah  Dan apa dampaknya? Maka akan sulit bagi dirinya untuk lebih dekat pada Allah.. Hadits Nabi: " Kalau kita dalam keadaan marah, maka untuk kita menahanisan kita , untuk tidak mengeluarkan apapun dari lisan kita.." Apalagi perempuan yg ketika marah akan bisa  mengeluarkan perkataan yg menyakiti siapapun yang di khawatirkan ini adalah sebuah kedzoliman terhadap orang lain...

Dars Risalah Muawwanah (20 Januari 2024)

 ﺑِﺴْــــــــــــــﻢِ ﺍﻟﻠّﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَٰﻦِ الرَّحِيْمِ  اللهم صل علی سيدنا محمد وعلی ال سيدنا محمد ✨ Dars Risalatul Muawwanah 💌 Fasl : Ridho bagian 2 ( Halaman 186 )  🎙 Ustadzah Dara Husaien 🗓 20 Januari 2024 ••• Disampaikan oleh Imam Haddad di sini ada dua hal untuk hati kita ridho atas apapun yang Allah berikan kepada kita, karena semua yang terjadi di dalam hidup kita menjadi bagian dari takdir yang Allah berikan kepada kita, dan itu sesuai dengan kadar atau sesuai dengan hal yang menurut Allah sudah sesuai dengan kita.  1) ridho atas kesehatan dan kekayaan Biasanya kita ketika dikasih Allah sehat, dikasih Allah kaya, saking sehatnya kadang kita lupa menjaga dirinya kita, kita lupa jaga kesehatan kita, kita lupa menyadari bahwa kesehatan yang Allah berikan bisa nanti Allah ambil. ketika kita sehat semuanya kita lakuin, ketika kita sehat kita lupa bahwa kadang diri kita butuh untuk diistirahatkan. hal seperti ini bukan berarti ketika kita misalnya sibuk ibadah te...

Dars Risalah Muawwanah (30 Desember 2023)

 ﺑِﺴْــــــــــــــﻢِ ﺍﻟﻠّﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَٰﻦِ الرَّحِيْمِ  اللهم صل علی سيدنا محمد وعلی ال سيدنا محمد ✨ Dars Risalatul Muawwanah 📝 Fasl : Hubb (2) Halaman : 182  🎙 Ustadzah Dara Husaien 🗓 30 Desember 2023  ••• Dikatakan oleh Imam Haddad bahwa ketahuilah asbab tawakkal, sabr, atau pondasi dari mahabbah itu adalah ma'rifah. bagaimana rasa ingin tay kita tentang Allah SWT. dan kalau kita sudah betul betul mengenal dan mengetahui siapa Allah, maka yang akan kita dapatkan adalah menyaksikan, betul betul merasakan karena kita seakan-akan melihat padahal tidak melihat. bukan memandang langsung tpi bgmn kita bisa merasakan Allah hadir melengkapi setiap langkah kita, melihat, menjaga, mengawasi, memandangi. Itu apa yg akan kita dapat kalau kita betul betul mengenal Allah. Dan orang orang yang betul mengenal Allah dan merasakan cintanya kepada Allah di situ dia akan lebih hati-hati.  Dikatakan sebelumnya bahwa orang-orang yang dekat dengn Allah, yang sudah menghadirkan ma...

Dars Risalah Muawwanah (23 Desember 2023)

 Bersama: Ustadzah Dara Husaien Waktu: 23 Desember 2023 (11 Jumadil Tsani 1445H) Halaman: 181 ======================= Bismillahirrahmanirrahim.. Allahumma Sholli 'ala Sayyidina Muhammad.. *DARS RISALAH MUAWWANAH* *FASL HUBB* Imam Haddad menyampaikan tentang hubb dalam kitab nya, dimana beliau berkata bahwa dalam hidup kita harus memiliki rasa cinta kepada Allah yang jauh lebih besar dibandingkan rasa cinta kepada yang lain (manusia). Boleh kita mencintai sesuatu, akan tetapi harus tetap sekedarnya saja dan jangan melebihi cinta kita kepada Allah. Jika misal ada pertanyaan “pernahkah kita jatuh cinta kepada sesuatu selain Allah? jika pernah, apakah cinta tersebut bisa dipastikan tidak melebihi cinta kita kepada Allah? atau pernah tidak kita jatuh cinta kepada Allah sejatuh-jatuhnya?”. Karena seperti yang dikatakan bahwa sebab adanya cinta adalah dari siapa yang kita cintai, yang pertama adalah ketika kita mendapatkan/menemui kesempurnaan kepada siapa yang kita cintai, atau ketika ki...