Dars Risalah Muawwanah (30 Desember 2023)

 ﺑِﺴْــــــــــــــﻢِ ﺍﻟﻠّﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَٰﻦِ الرَّحِيْمِ 

اللهم صل علی سيدنا محمد وعلی ال سيدنا محمد


✨ Dars Risalatul Muawwanah

📝 Fasl : Hubb (2) Halaman : 182 

🎙 Ustadzah Dara Husaien

🗓 30 Desember 2023 


•••


Dikatakan oleh Imam Haddad bahwa ketahuilah asbab tawakkal, sabr, atau pondasi dari mahabbah itu adalah ma'rifah. bagaimana rasa ingin tay kita tentang Allah SWT. dan kalau kita sudah betul betul mengenal dan mengetahui siapa Allah, maka yang akan kita dapatkan adalah menyaksikan, betul betul merasakan karena kita seakan-akan melihat padahal tidak melihat. bukan memandang langsung tpi bgmn kita bisa merasakan Allah hadir melengkapi setiap langkah kita, melihat, menjaga, mengawasi, memandangi. Itu apa yg akan kita dapat kalau kita betul betul mengenal Allah. Dan orang orang yang betul mengenal Allah dan merasakan cintanya kepada Allah di situ dia akan lebih hati-hati. 


Dikatakan sebelumnya bahwa orang-orang yang dekat dengn Allah, yang sudah menghadirkan ma'rifah di setiap hal yg dia lakukan, dia akan lebih hati hati karena dia tau Allah sedang menyaksikan dirinya. 


Seperti Allah terhadap kita, apakah Allah mengenal kita sangat tau bahkan daripada diri kita sendiri Allah lebih tau kita. Allah lebih kenal kita. kadang kita ngerasa tau bagaimana bentuknya tapi kadang dalam diri kita yang gatau, artinya kita belum kenal betul kita seperti apa, tapi allah tau gimana cara menyembuhkan kita, cara membuat kita senang, memberikan yang terbaik untuk kita semua, allah tau. 


Di saat kita lalai, kita merasakan aman saat melakukan maksiat. saat kita melakukan sesuatu sadar atau pun engga kita sedang melakukan dosa saat itu saat itulah allah melihat kita. Saat kita ingin melakukan suatu maksiat kita meyakini Allah memandang kita dan saat itulah kita berhenti melakukan maksiat itu. Tapi kenapa kita melakukan maksiat itu?karena kurangnya pengenalan ma'rifah yang menghambat kita kepada Allah. sampai akhirnya ketika kita melakukan maksiat atau saat kita lalai, kita merasa aman melakukan hal tersebut padahal Allah melihat. 


saat kayak gimanapun bentuk kita, Allah selalu menjadikan kita seakan-akan hanya kita hambanya Allah. sedihnya kita yang menenangkan Allah, lamanya sujud kita, panjangnya doa kita, kita serahkan kepada Allah, didengarkan dari awal sampai akhir sama Allah, dipandang dari Allah sampai akhir sama Allah, dan dikasih jawaban dari awal sampai akhir sama Allah. entah berupa jawaban langsung ataupun jawaban dengan cara Allah yang lain. iin yang kadang enggak kita sadari. 


Dari Januari-Desember, mungkin sebagian dari kita lupa seberapa kali kita datang kepada Allah meminta dan Allah mengijabah itu. apakah kita ingat semua yang kita minta? Apakah kita sadar semua yang sudah Allah berikan selama ini, sepanjang perjalanan ini? Tapi kalau dibandingkan dengan semua itu seberapa banyak lalainya kita dari Allah? Seberapa jauh kita dari Allah? seberapa banyak maksiat yang kita lakukan dalam keadaan sengaja ataupun enggak? Tapi banyak juga Allah mengingatkan kita untuk kembali kepada Allah, seberapa banyak Allah menunjukkan Hidayah dengan cara yang berbeda-beda? karena dengan hadirnya kita di dalam sebuah majelis ilmu atau tiba-tiba aja kita buka buku-buku yang mana buku tersebut mengingatkan kita atas dosa kita, itu bagian dari Hidayah Allah. 


kata ustadz Adi Hidayat di salah satu dars Beliau pernah mengingatkan "menangislah dan tangisi dirimu yang tidak pernah menangis atas segala dosa yang dilakukan". kadang kita menangisi kesedihan kita, masalah, ujian yang Allah berikan, tapi kita lupa untuk menangisi diri kita yang lalai terhadap Allah. kita menangisi yang menurut kita kurang, tapi kita tidak menangisi bahwa batin kita juga mempunyai kekurangan terhadap Allah SWT. 


Di sini kata Imam Haddad, kalau kita punya pondasi cinta, (ma'rifah) maka kita akan merasakan hadirnya Allah dalam dirinya kita, hadirnya dalam setiap langkah kita. dan Kenapa kita masih suka lalai? Itu berarti ada yang salah dari ma'rifah kita terhadap Allah SWT. dan apa yang harus kita lakukan? betulkan, benahi lagi. 


Allah memperhatikan kita setiap detiknya, kita diperhatikan oleh Allah, lalu bagaimana cara kita untuk mengenali Allah? Allah memberikan kemudahan belajar, enak online / offline mudah, berupa kitab sesuatu yang kita dengar berupa sesuatu yang kita baca sesuatu yang kita lihat bisa. 


Keuntungan yang Allah berikan bagi mereka yang mempunyai Ma'rifah kepada Allah dengan pondasi Cinta tadi tingkat yang paling rendahnya adalah hatinya itu dipenuhi rasa cinta kepada Allah. itu derajat yang paling rendah, Ma'rifah yang paling rendah. Yakni cintanya kepada Allah. 


Jadi itu bisa kita rasakan ketika kita ingin melakukan maksiat atau ingin meninggalkan ketaatan, ada sesuatu di dalam diri kita dan ini bagian daripada derajat yang paling rendah. ketika kita ingin melakukan sebuah maksiat atau ketika kita ingin meninggalkan ketaatan, kita ingin lalai saat itu, tapi ada di dalam hati kita yang menahan untuk tidak melakukan hal tersebut. Nah itu adalah bagian daripada yang paling rendah orang-orang yang mempunyai ma'rifah. berarti dia sudah mengenal, cintanya sudah mulai muncul. tapi terkadang kalau misalnya teguran itu ada di dalam dirinya kita, ketika kita ingin lalai, ada sebuah teguran bisikan halus dari hati kita supaya tetap jangan dilakuin, tetap harus dikerjain ketaatannya, tapi kita lakukan ketaatan itu berarti betul di hati kita, tapi kalau kita tinggalkan taatnya kita lakukan maksiatnya berarti kita lagi memilih nafsu kita dan meninggalkan derajat yang sebenarnya sudah ingin kita capai, kita tinggalkan begitu saja. kita sudah tau kalau ada teguran di dalam hati kita, berarti itu bagian daripada pondasi cinta yang paling rendah. kita sudah ada dalam posisi itu, tapi kenapa kita masih memilih nafsu? berarti kita yang memilih untuk keluar dari derajat rendah itu dengan lebih mengutamakan nafsu di dalam dirinya kita, berarti kita belum betul-betul mengenal Allah.


dikatakan di sini derajat yang paling tinggi adalah tidak akan terbiarkan atau tidak akan muncul dalam hati kamu cinta selain kepada Allah. 


Nah kalau misalnya dia sudah memiliki derajat yang paling tinggi ini, hatinya tidak akan merasakan cinta yang lebih utama dibandingkan cinta kepada Allah. maka sifat-sifat dunianya itu akan hilang karena fokusnya adalah untuk Allah. dia tenggelam atas cintanya dengan Allah.


 jadi kayak gimanapun keadaan di sekitarnya dia, bagaimanapun keadaan tentang dunia yang ada di sekelilingnya, itu tidak akan membuat dia jadi pencinta dunianya. Mereka peduli, masih suka bantu orang, masih suka menyampaikan apa yang disampaikan, tapi ketika menyampaikan itu pun tidak akan pernah luput dari cinta. Jadi melakukannya karena Allah tidak ada yang lain. makanya kata Imam Haddad “kalau seseorang pondasi cintanya sudah dapat, dia akan merasakan hasil dari pondasi cinta yang dia punya.”


Jadi kalau kita tau cinta kita kepada Allah itu seperti apa, lihat bagaimana kita terhadap Allah? kalau kita sudah kenal dengan Allah, kita masuk ke derajat yang paling rendah sudah bisa meninggalkan maksiat, Allah sadar, Allah lihat Allah. ketika kita ingin lalai dalam ketaatan kita ingat terus. tapi kalau sudah masuk kepada derajat yang paling tinggi kayak gimanapun keadaan di sekitarnya untuk memaksakan dia untuk melupakan Allah, nggak akan pernah bisa. karena hatinya, cintanya, hidupnya, matinya sudah karena Allah. Nah kita tanya sama diri kita, kita sudah masuk di derajat yang paling tinggi atau mundur? 


Kata Imam Haddad, "ketahuilah bahwa mencintai Rasul dan semua Nabi Allah dan malaikatnya Allah dan hamba Allah yang Saleh atau hamba-hambanya yang sibuk dalam ketaatan kepada Allah, smua itu akan dia rasakan cintanya kalau dia sudah mencintai Allah". 


jadi syarat mutlak kita itu adalah cinta terhadap Allah aja. kita ingin cinta nabi cintai Allah, cinta Allah cinta Nabi SAW. ingin mudah mendapatkan cintanya Allah? deketin kekasihnya Allah, Rasulullah. sebagaimana dikatakan oleh Nabi, "Cintailah Allah seperti mana Allah memberikan kenikmatannya begitu besar kepada kita, dan cintailah aku dengan cinta Allah swt dan cintailah keluargaku (ahlu beyt) dengan cintaku" 


Dikatakan oleh rasul yang di sebelahnya bahwa "kamu akan mendapatkan cintaku pertama kepada mereka yang saling jatuh cinta karena aku" dan disini dikatakan oleh Nabi SAW "karena ingin mendapatkan cintaku". maka kata Nabi "yang pertama bisa dapatkan bagi mereka yang saling jatuh cinta karenaku SAW. mereka yang duduk membicarakanku, mereka yang menziarahi karena aku, dan mereka yang memberi hadiah karena aku" dan di sini Rasul mengajarkan kalau kita ingin mendapatkan cinta Nabi SAW itu seperti apa? 


Salah satu bagian daripada untuk mendapatkan cinta Nabi SAW di sini: 1) saling jatuh cintalah kalian karena aku. Karena jatuh cinta dengannya kita semakin dekat dengan hati Nabi SAW dan dengan duduk dengan dia saling membicarakan Nabi, ketika duduk dengan dia ngobrol dengan dia bicara dengan dia itu membuat kita semakin mencintai Nabi SAW. 


sebagaimana dikatakan di hadis Nabi yang lain, bisa dengan cara menghormati yang tua dan menyayangi yang muda. dan 'jatuh cinta' di sini adalah berbagi kasih sayang, kita hormati yang tua daripada kita, kita sayangi yang lebih kecil daripada kita. dan di saat kita melakukan hal tersebut, yang kita harapkan adalah cintanya Nabi SAW. 


Kalau sulit bagi kita untuk masuk ke golongan tersebut karena kita sering ketemu sama teman-teman nongkrong misalnya, jadilah kita sebagai orang-orang yang ketika duduk kita mengingat Nabi SAW, kalau kita tidak mendapatkan itu dari orang lain yang duduk bersama kita, jadikanlah kita yang menghadirkan itu untuk orang lain. kita Ingatkan lagi, "coba saat kita ngomong tiba-tiba Rasulullah datang kita, kita mau ngomong apa?" Kita mengingatkan Nabi di dalam majelis kita, bagian daripada menarik cintanya Nabi SAW buat kita. 


Misal semuanya lagi ngobrol masalah dunia tiba-tiba kita ngomong kayak gitu, Insyaallah tiba-tiba jadi ingatlah ke Nabi. pada mikir kalau sekarang kita buka pintu ternyata ada Rasulullah Senyum, kita mau ngapain??? kita mau bilang apa?? apakah kita langsung meluk Nabi? Apakah kita cium tangan Rasulullah? apakah kita melihat mata doang? Apakah di saat tersebut kita mau bilang ya Rasulullah minta syafaatmu, berikan sesuatu ya Rasulullah? atau misalnya kita nggak sanggup ngomong, kita cuma ngomong Terima kasih atau Ketika kita melihat langsung aja kita cuman maaf? Nah kalau di dalam tongkrongan kita ngomong kayak gitu sih akhirnya semuanya tiba-tiba langsung Ingat kepada Nabi SAW. setidaknya kita bisa masukin doa yang tulus yang kita langitkan, kita minta hidayah untuk teman-temannya kita kita, mintakan kepada Allah untuk dilindungi setiap langkah dan hatinya kita, berbagi hadiah dan kalau kita sanggup memberikan kepada Allah kita memberikan rezeki yang lebih berikanlah rezeki kepada orang-orang yang ada di sekitar kita dengan tujuan cinta dari Nabi. 


karena kita sering mendengar cerita bahwa Cinta Rasul kepada umatnya itu melebihi dari semua kitab sejarah yang pernah disampaikan kepada kita. kalau kita baca kitab sejarah dari awal sampai akhir dari awal sampai akhir Bagaimana perjuangan Nabi kepada kita, mungkin kalau kita ketemu sama Nabi dengan segala maksiat yang kita lakukan di dunia ini, kita nggak ada muka lagi mau ketemu sama Rasul. Malu. tapi dengan luar biasanya rahmat Allah kepada kita, kita dibebaskan dari segala kesusahan. 


nanti ketika hari kiamat dengan syafaat yang diberikan Nabi, kita diselamatkan dari siksa neraka, lalu dihadapkan dengan Allah dengan Nabi dengan senyuman yang luar biasa. Apa yang kita lakukan sedangkan dosa kita jalan terus? Sedangkan cinta Allah dan cinta Nabi itu nggak akan ada habisnya sampai akhir. 


Cinta Allah kepada kita. apa pernah Allah meninggalkan kita? kita yang meninggalkannya. Cinta Nabi kepada kita, pernah kita menangis sampai bengkak mata kita? sampai kering air mata kita hanya untuk mengatakan kalau kita rindu Nabi? Sedangkan Nabi selalu seperti itu setiap hari di sepertiga malam Nabi habiskan untuk kita. kitanya jangankan untuk Nabi, doa untuk pasangan keturunan atau teman juga kita doain seadanya, sisanya sibuk doain diri kita sendiri. :) 


Kalau kita menyadari, ketika kita mendoakan orang maka malaikat pun mengaminkan untuk kita. semakin baik doa yang kita panjatkan untuk orang di sekitar kita, semakin banyak malaikat yang mengaminkan bukan hanya untuk mereka tapi untuk kita juga. 


kita lihat Bagaimana cinta Nabi kepada kita. ada ujungnya ga? ggak ada. apa ada batasnya? nggak ada. Cinta Allah dan cinta Nabi itu nggak akan pernah ada ujungnya, nggak ada pernah batasnya. Kalau cinta Allah itu ada ujungnya, ada batasnya, sekali kita melakukan kesalahan yang diulang-ulang sama Allah itu sudah ditinggal. tapi berkali-kali kita melakukan kesalahan, berkali-kali kita janji nggak akan mengulangi lagi, tapi berkali-kali juga kita ingkar, Allah selalu memaafkan kita. ketika kita kembali datang karena cinta Allah nggak ada ujungnya, nggak ada habisnya. dan kita tau bahwa Allah akan tidak akan memanggil kita pulang sampai Allah berikan semua rezeki yang sudah Allah takdirkan untuk kita. Itu bagian dari cintanya Allah untuk kita sebagai hambanya

 tapi kadang kita yang kurang bersyukur, kita yang kurang mengerti bahasa cinta yang Allah sampaikan kepada kita, makanya kita merasakan yang rezeki kita kurang, itu karena kita kurang mengerti.


makanya tadi kata Imam Haddad, "pondasi cinta itu adalah kenal" jadi kita harus betul-betul kenal dengan Nabi, cintanya Nabi, gigi yang patah, mulut yang sobek, gigi geraham yang lepas, kaki yang bengkak, tangisan setiap malam berdoa yang ujungnya Rasulullah membanggakan kita di depan para sahabat yang lain padahal belum muncul lagi kita. 


disampaikan oleh Nabi kepada para sahabat. Padahal Rasulullah sampaikan kepada kita dari 1400 tahun yang lalu, bagian daripada cinta nabi yang enggak ada ujungnya bahkan ketika nanti kita tahu bahwa nanti yang paling sibuk adalah rasul, yang paling lama di sujudnya dihadapan Allah untuk memohon kepada Allah. 


 sesuai dengan pertanyaan yang sebelumnya bagaimana bisa dengan mudah kita melakukan sebuah maksiat kepada Allah yang Maha Rahmat? kok bisa?! kok melakukan sesuatu hal yang mengecewakan Nabi?! sedangkan kita tahu bahwa nanti kuncinya kita di hari kiamat itu ada di Allah dan Rasulullah. Makanya tugas kita sekarang menghadirkan cinta yang sebesar-besarnya yang sebanyak-banyaknya yang menetap. seperti yang dikatakan oleh Habib Ali Jufri di minggu lalu "tugas kita adalah menetapkan perasaan itu di hati kita, bukan membiarkan dia pergi" enggak membiarkan dia datang pergi atau hilang timbul, tapi bagaimana tetap menjaga sampai agar perasaan cinta ini seperti apa yang dilakukan oleh Nabi dari awal sampai akhir, sampai beliau kembali ke sisi Allah.


Apa bisa kita menyamakan cintanya? tidak. tapi setidaknya kita berusaha untuk menghadirkan cintanya. Cinta yang sebesar-besarnya yang kita berikan tempat khusus untuk Allah dan juga Rasulullah yang enggak boleh ada yang mengotak-ngatiknya. kalau belum mampu seperti sayyidah Rabiatul Adawiyah, kita coba seperti Syekh Sultan, kalau belum bisa seperti Syeh Sultan setidaknya kita jadikan tempat khusus di hati kita untuk Allah dan Rasul.


Yang paling tinggi adalah cinta Allah dan cinta Rasulullah, setelahnya mau mencintai siapapun terserah. tapi yang pertama itu ada Allah dan Rasul. Kenapa? karena cinta Allah dan cinta Rasulullah apabila kita tempatkan di tempat yang paling atas dan khusus. 


 misalnya cinta yang paling utama di hati kita adalah cinta kepada Allah dan Rasulullah, kalau ada cinta-cinta yang lain, bila ada yang menyakiti kita kita tidak akan merasa sakit, karena cinta yang tertinggi itu tidak menyakiti kita,kan?


Dan yang terakhir disampaikan oleh Imam Haddad bahwa pondasi cinta yang sebenar-benarnya cinta yang sejati, cinta yang jujur, cinta yang tulus atau ada tandanya dia punya tanda dan tandanya apa kata Imam Haddad mengikuti yang sempurna. mengikuti yang sempurna adalah benar-benar mengikuti Rasul. 


kalau dia betul cintanya terhadap Nabi, cintanya betu, maka dia punya tanda atas cinta yang benar. itu kata Imam Haddad yang sempurna dia mengikuti Nabi dengan kesempurnaannya dalam perkataan SAW, perbuatan dan akhlak. 


Seperti surat Ali Imron, dikatakan kalau kamu mencintai Allah maka Ikuti aku. karena kalau kita betul mencintai Allah maka kita akan mengikuti Kekasih Allah, kalau dia semakin besar maka cintanya akan semakin besar. tapi kalau dia hanya mengikuti sedikit maka dia akan mendapatkan cinta yang sedikit. karena semakin dia mencintai Allah maka semakin dia meneladani Kekasih Allah


Kata Imam Haddad kalau betul cintanya selalu dicintainya maka dia akan tiba ittiba dari perkataan nabi seperti apa pekerjaan nabi Seperti apa dan akhlaknya seperti apa dan semakin besar rasa cintanya semakin besar itu banyak berarti semakin besar cintanya semakin kecil timbalnya semakin kecil pula cintanya karena kalau kita betul cinta kepada Allah kita akan mencintai Kekasih Allah. 


Apa Sesibuk itu dunia kita sampai kita jauh dari cinta Allah dan cinta Rasulullah? hambanya Allah kan banyak sekali, tapi bagaimana cara Allah menjaga kita, bagaimana cara Allah memaafkan kesalahan kita, bagaimana cara Allah menyayangi kita, melanjutkan Hidayah kepada kita, bagaimana Allah melindungi setiap langkahnya kita, bagaimana Allah menjaga hati kita, bagaimana Allah memberikan kesehatan kepada kita, nikmat rezeki semua hal Allah memberikan kepada kita itu hilang ketika ada satu ujian yang menurut kita kita nggak sanggup melewatinya, hilang semua nikmat yang sebenarnya nggak ada apa-apanya kalau dibandingkan yang satu ujian yang menurut kita nggak sanggup tadi. padahal ketika Allah memberikan ujian itu apakah Allah pergi? enggak. Allah lihat kita, Allah memandang kita, Allah perhatikan kita, Allah cuman pengen kita datang kepada Allah bilang " ya Allah bantu, tolong" supaya kita menyadari. Kadang kita lupa kalau kita adalah hamba yang lupa kembali. 


Jadi cinta Allah besar kepada kita, besar cinta Nabi. bahkan ketika Rasulullah memandang ke langit dan terbuka hijabnya untuk melihat bagaimana surga bagaimana neraka. kesedihan atau air mata yang keluar dari mata beliau itu untuk kita. "bagaimana hambaku Ya Allah nanti ketika aku sudah enggak ada" 


Cintanya Nabi sebesar itu, makanya banyak ilmu fiqih yang dituliskan oleh Sayyidah Aisyah radhiyallahu anha bahwa kalau kita baca biografi tentang Sayyidah aisyah banyak pelajaran Fiqih, banyak pelajaran hukum antara beliau dengan para sahabat yang lain. kenapa Karena? di situ adalah ilmu yang disampaikan oleh malaikat jibril kepada Rasulullah yang disampaikan kepada Sayyidah Aisyah supaya bisa sampai kepada kita juga, karena Rasulullah menitipkan itu kepada kita supaya kita nggak salah, supaya kita bisa pulang dan bisa menyiapkan makanan yang baik. jadi ketika kita ketemu nanti nggak bikin malu. bedakan kalau ketika pulang dengan menahan rindu dengan kita menahan malu? Kalau Rindu berarti kita sudah berusaha melakukan yang terbaik. kalau kita menahan malu malah berarti kita sudah membuang hal-hal yang baik. 


Jadi mudah-mudahan kita lebih banyak tafakur lagi, lebih banyak menyadari bahwa cinta siapa yang pengen kita cari kalau bukan cinta Allah dan cinta Nabi SAW? bukan berarti kita tidak boleh mencintai yang lain, enggak. tadi di hadis Nabi dikatakan bagian daripada untuk mencintai Nabi adalah saling mencintai untuk mengingat Nabi kan? Jadi gpp ada cinta dengan yang lain. tapi utamakanlah cinta kita kepada Allah dan Nabi dulu. lebih kenal Rasulullah. baca semua hal yang berhubungan dengan Nabi, belajar di semua yang berhubungan dengan Allah. karena membaca atau mencari tahu itu tidak akan membuat kita kehilangan dunia kita, justru Allah akan memudahkan karena kita sedang menabung akhirat, karena orang yang menyibukkan dirinya atas perkara akhirat maka dunianya akan Allah permudah. tapi mereka yang lebih memilih dunia daripada akhiratnya maka akhiratnya bisa hilang. Jadi kita milih akhirat aja. Jadi biar sama Allah dikasih, dipercayakan semuanya sama Allah.


Qna : 

1. Bagaimana kalau di saat kita kumpul dengan teman-teman kita tapi di saat kita membahas berkaitan Rasulullah tapi teman-teman kita itu kayak tidak tertarik gitu ustadzah, kayak mau mengalihkan topik lagi ke dari awal yang mungkin justru kurang bermanfaat.

=> jadi dalam dakwah pun kita diajarkan kayak gimana caranya untuk melihat situasi ketika kita ingin menyampaikan sesuatu. kita perlu tahu sikon ketika kita lagi duduk dengan teman-temannya. kita kita lihat dulu pembahasan mereka seperti apa. Kalau bisa langsung, langsung membahas tentang Nabi tapi kalau ujung-ujungnya akan kembali kepada topik yang pertama karena menurut mereka itu ga menarik kira pancinf dengan pembahasan yg gimana caranya itu menarik perhatian mereka. Pelan-pelan kalau awalnya menarik makin maju makin maju ke Rasulullah. karena memang ustadzah dara pernah dengar pelajaran belajar online dengan salah satu dosen, kata beliau "perempuan itu bisa berubah mimik mukanya dalam 10 detik itu sebanyak 6 kali" begitupun ketika kita melihat temannya kita, ketika kita ingin menyampaikan sesuatu kita lihat, kalau misalkan itu kurang tepat untuk langsung, cari dulu yang menurut mereka menarik. yang bisa langsung membahas menarik ini bisa langsung dilanjutkan. Coba bahas yang berhubungan dengan Rasulullah seperti sifat beliau, akhlak, penciptaan, sehingga bisa membuat mereka tertarik. 


2. Bagaimana cara menghilangkan rasa kagum pada lawan jenis? sudah menjauhinya namun kadang ada rasa ingin bertegur sapa. 

=> memang semakin kita berusaha menjauhi sesuatu yang memang harus kita jauhi, kita akan semakin mudah jalannya bagi setan untuk mendekatkan kita kepada jalan itu. cara menghilangkan rasa untuk menjauhi perasaan itu, kalau menghilangkan dia bisa balik, maka ikhlaskan rasa kagum tadi. ketika hatinya belum ikhlas, hilang rasanya. tapi ketika datang lagi lawan jenis yang kita kagumi tadi atau dia melakukan sesuatu yang di luar kebiasaan, misalnya selama ini dia tidak pernah menegur akhirnya tiba-tiba saja menegur, rasanya perasaan yang sudah kita hilangkan itu bisa muncul. tapi kalau kita ikhlaskan rasa kagumnya kita, mau dia datang mau dia berubah mau kayak gimanapun bentuknya ketika rasa tadi sudah kita ikhlaskan kepada Allah itu tidak akan ada pengaruhnya di hati kita. ikhlasnya sudah kita serahkan kepada Allah. Cara ke2 adalah saat kita mengikhlaskan rasa kagum tadi saat itu juga kita mengendalikan nafsunya kita. karena semakin kita biarkan semakin setan itu bisikin kita, akan semakin besar nafsunya kita. sebenarnya kita bisa menahan rasanya kita ini, kita bisa mengendalikan nafsunya kita ini, tapi kadang celah nafsu dan bisikan setan itu akan masuk ke lubang kecil yang kalau nggak kita tutup seutuhnya kita akan mengikuti nafsunya kita. Karena untuk mengikuti nafsu itu enggak butuh nafsu besar, nafsu sedikit aja lubang kecil ada di pertahanan kita, kita akan lebih mengikutinya. maka ikhlaskan rasa kagum itu, kita serahkan kepada Allah . Banyak-banyak sibukkan diri kita kepada Allah, banyak-banyak ngobrol sama Allah. kalau ada rasa ingin menegur sapa, ini yang takutnya nanti menjadi ikhtilat. Perbanyak baca surah ghafir (44). 


3. Kalau kita beli minuman di pinggir jalan yang listriknya bukan punya sendiri, penjual ngambil aliran listrik jalanan. hukum beli minuman itu Bagaimana apakah tetap boleh atau harus dihindari karena Penjualnya tidak ada beban bayar listrik perbulannya? 

=> Kalau kita lihat dari sisi yang dia ngambil bukan haknya mungkin tanpa izin nggak boleh karena mengambil sesuatu yang bukan hak kita m tapi kalau misalkan yang jualan di pinggir jalan itu sudah diizinkan oleh pemerintah setempat berarti kan otomatis ketika ada tempat yang diberikan berarti mereka juga butuh fasilitas atas itu, bisa jadi ketika diberikan tempat berarti mereka diberikan fasilitas izin untuk memakai listrik yang ada di sekitar mereka. tapi apakah Kalaupun kita takut atau kurang yakin dan mau dihindari, ahsan. kalau tidak yakin untuk membeli itu lebih besar dan rasa takut kita lebih besar, cari yang akan dan yakin saja. Kalau ga yakin hindari saja. 


Wallahua'lam bishowab. 


Halal share dan di mohon untuk tidak menghilangkan sumber catatan, BaraakAllah Fiikum.


Salam cinta 💙

 𝓜𝓽. 𝓓𝓪𝓻𝓾𝔃𝓩𝓪𝓱𝓻𝓪

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dars Risalah Muawanah - Ustadzah Dara Husaien

Dars Risalah Muawwanah 11 Mei 2024

Dars Risalah Muawwanah 2 Desember 2023