Dars Risalah Muawwanah 28 Oktober 2023

 Bersama: Ustadzah Dara Husaien 

Waktu: 28 Oktober 2023 (14 Rabi'ul Tsani 1445H)

Halaman: 164 Bagian III


=======================

*DARS RISALAH MUAWWANAH*

*FASL SABAR*


Bismillahirrahmanirrahim..

Allahumma Sholli 'ala Sayyidina Muhammad..


Sabar terbagi menjadi 4, dan sebelumnya sudah di bahas 2 pembagian sabar, yaitu sabar pada ketaatan & sabar atas maksiat.


Selanjutnya Imam Haddad berkata bahwa sabar yg ketiga adalah sabar terhadap sesuatu yg tidak kita inginkan. Dan terbagi menjadi dua, di bagian pertama adalah sabar terhadap sesuatu yg datang nya dari Allah tetapi tidak kita inginkan, contohnya sakit, baik sakit dzahir maupun batin. Di katakan bahwa, apabila kita sabar atas apa yg sebenarnya tidak kita inginkan, maka Allah akan memberikan ke dalam hati kita berupa rasa tenang ketika kita sabar dan ikhlas dalam menerima ketetapan Allah meskipun di awal sempat tidak mau. 


Ada kisah dimana Sayyidah Romlah (istri Abu Salamah), kala itu Sayyidah Romlah ditinggal wafat Abu Salamah ia sangat sedih. Kemudian berdo'a “ya Allah berikanlah aku rasa sabar dan gantikan dgn sesuatu yg lebih baik.”Jadi do'a tersebut bisa kita contoh dalam kehidupan sehari-hari.


Habib Ali Zainal Abidin Al-Hamid pernah berkata bahwa sabar itu tidak ada batasan, tidak ada ujungnya. Ketika ada batasan itu hanyalah diri kita yg membatasi, padahal sebenarnya sabar tidak ada batasnya. Terapkanlah rasa sabar maka akan ada ketenangan dalam diri kita, sebab semua yg kita punya saat ini hanyalah milik Allah. Semakin tidak tenang diri kita itu menandakan bahwa kita tidak memiliki rasa sabar. Tanyakan lagi pada diri sendiri kenapa tidak memiliki rasa tenang, koreksi diri sendiri apa penyebab nya, carilah kedekatan pada Allah bukan yang lain. Rasa sakit yg Allah berikan untuk kita merupakan bentuk kasih sayang Allah terhadap hamba nya.


Dikatakan oleh Imam Haddad, ketika sabar semakin terasa sakit di dalam diri kita, tetapi kita tetap berusaha sabar, maka Allah akan berikan pahala yg berkepanjangan. Allah akan menghilangkan iqab pada diri kita, tetapi bukan berarti tidak diberi ujian sama sekali, tetap di beri hanya saja hati kita diberikan ketenangan lebih luas. Kemudian Imam Haddad berkata bahwa sesungguhnya sabar itu adalah cara daripada ketika kita gelisah maka itulah caranya. Jika masih gelisah, berarti kita belum betul-betul sabar terhadap apa yg Allah tetapkan untuk kita. Ketika hati kita mulai menipis kesabaran nya, maka kembalilah kepada Allah agar naik lagi kesabaran nya. 


Dalam Al-Qur'an Allah berfirman, “(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata “Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un” (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali)”. Jadi ketika Allah memberikan cobaan, ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, maka bersabarlah. Sesungguhnya atas apa yg Allah berikan adalah cara Allah untuk menyadarkan kita agar kembali lagi kepada Allah. Ketahuilah tujuan kita sabar kira-kira untuk apa dan untuk siapa. Karena yg paling penting dalam sabar adalah bagaimana kita menikmati segala ujian yg Allah berikan & bagaimana kita menikmati atas segala pemberian dari Allah yg sebenarnya bukan keinginan kita. Sesungguhnya Allah bersama dgn orang-orang yg bersabar. Dikatakan lagi oleh Imam Haddad, bahwa sabar ketika Allah mengambil segala yg kita miliki dan kita tetap terima dgn senang hati, maka kita akan merasakan manisnya keimanan & ketenangan jiwa. Di balik Allah mengambil segala yg kita punya, pasti ada maksud dan tujuan baik didalamnya. 


Dan sabar yg keempat adalah sabar atas sesuatu yg tidak kita inginkan dari makhluk. Dimana ketika manusia menghina, mengejek, dan merendahkan kita, tetapi kita tetap sabar, maka yg akan kita dapatkan adalah kesempurnaan dalam sabar di diri kita. Apalagi jika yg menyakiti hati kita adalah sesama muslim, InsyaaAllah kita sudah mendapatkan kesabaran yg sempurna. Dan dikatakan kembali bahwa, ketika orang-orang menyakiti kita, lalu kita memaafkan & mendoakan, maka hal yg luar biasa adalah Allah menjadikan kita sebagai hamba yg memiliki kesempurnaan sabar yg luar biasa. Walaupun kesabaran kita belum seperti Nabi ๏ทบ , tetaplah berusaha untuk memaafkan & mendoakan orang-orang yg menyakiti kita agar tetap sampai pada sabar yg sempurna. Semakin orang menyakiti kita, lalu semakin kita balas, maka akan semakin besar rasa sakit dalam hati kita. Sebaliknya apabila kita memaafkan & mendoakan, maka akan semakin tenang dalam hati kita dan tidak ada yg namanya rasa sakit.


Semakin kita tenang dalam menghadapi sesuatu, semakin berserah kepada Allah, semakin bersabar atas segala yg terjadi, maka akan semakin tenang pula di dalam hati kita. Jangan ada niat sedikitpun untuk membalas perbuatan buruk orang lain dgn perbuatan yg buruk pula, jangan ada niat sedikitpun untuk membalas dendam kepada orang lain. Diam bukan berarti rela di tindas, melainkan diam atas sabar untuk mencapai kesabaran yg sempurna. Hentikan segala sesuatu yg terjadi dgn baik & pelan-pelan. Perlakukan orang-orang yg pernah menyakiti hati kita dgn perbuatan yg baik sampai mereka sadar sendiri. Allah berfirman dalam Al-Qur'an “Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barangsiapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah, Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang dzalim”. (Q.S. Asy Syura : 40). Kemudian di perjelas lgi oleh Allah, bahwa ketika ada orang yg menyakiti diri kita, maka harus tetap sabar & memaafkan.


QnA:

1. Assalamualaikum ustadzah izin bertanya, Afwan diluar topik. Ana dapet video boikot produk Prancis, dalam keterangan di video tersebut perancis sudah menghina Nabi Muhammad.didalam pemboikotan kebetulan ada produk susu SGM,yg kebetulan dikonsumsi sama anak ana, pertanyaan ana, adakah solusi untuk ana ustadzah? Karena SGM susu yg bisa ana beli karena harganya terjangkau, dan anak bayi ana cocok,kalau diganti pun takut ga cocok. Afwan ustadzah Jazakumullah khair ustadzah.


» dipastikan dulu betul betul memang masuk ga susu tersebut. Kalau betul betul masuk, termasuk produk yg diboikot krn menghina nabi. Kalau krn rasa sedih Rasulullah yg dihina, kita ganti diniatkan itu bisa membahagiakan nabi kenapa engga? krn kdg sesuatu yg kita suka yg kita kira punya sesuatu untuk kita ternyata membawa mudhorat kpd kita, kita harus meninggalkan itu. Kalau sudah menghina nabi muhammad berarti dia sudah memutuskan hubungan. Kalau anak ga mau lagi, kita niatkan lagi ngebuat susu ini bukan buat menyakiti anak ana tpi buat nyenengin Nabi, apakah kalau kita pakai dgn susu sebelumnya apakah membawa keberkahan kpd kita? anak juga mungkin awalnya gimana gimana, tapi diniatkan lagi, InsyaAllah sama allah dimudahkan jalan.


2. Assalamualaikum.. izin bertanya ustadzah, jika kita dicaci maki tapi kita masih bisa sabar, tapi ternyata cacian itu udah gak bisa ditolerin lagi, kita tetep diem atau kalimat gimana yg seharusnya dikasih tau agar gak nyakitin orang tersebut?


» pertahankan kalau masih bisa, kalau sudah tidak bisa lagi, kalau bisa kita diam diem aja. Krn kdg semakin diem org itu akan ngerasa lelah. Tapi kalau sebaliknya, semakin kita diem cacian itu semakin menjadi-jadi, kasih doa apapun, krn kdg apa yg mereka sampaikan tidak sesuai dgn diri kita, kalau ga sesuai brrti itu pelajaran kalau saya ga boleh gini. Kalau sesuai maka kita ucapkan Terima kasih, sampaikan doa terbaik kita untuk mereka. Kalaupun setelahnya marah-marah, sebelum mengeluarkan kata kata apapun tpi kita berdoa kpd allah smoga yg keluar dari lisan bukan dari nafsu. Doa sama allah, tawassul sama nabi muhammad. Jgn langsung ngomong. Libatkan Allah ama Nabi ๏ทบ.


Kurang lebihnya mohon maaf, Wallahu 'alam bishawab. Semoga bermanfaat ๐Ÿคฒ๐Ÿป..


Salam Cinta ๐Ÿ’™

๐“œ๐“ฝ. ๐““๐“ช๐“ป๐“พ๐”ƒ๐“ฉ๐“ช๐“ฑ๐“ป๐“ช

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dars Risalah Muawanah - Ustadzah Dara Husaien

Dars Risalah Muawwanah 11 Mei 2024

Dars Risalah Muawwanah 2 Desember 2023