Dars Risalah Muawwanah 11 November 2023

Bersama: Ustadzah Dara Husaien

Waktu: 11 November 2023 (27 Rabi'ul Tsani 1445H)

Halaman: 165


=======================

*DARS RISALAH MUAWWANAH*

*FASL SABAR*


Hadist Nabi Saw, "Barang siapa mampu menahan atau mengekang kemarahannya padahal sebenarnya dia bisa mengeluarkan amarah tersebut..." (tapi dia mampu menahan amarahnya itu, atau dia mampu mengekang rasa marah itu), maka dikatakan oleh Nabi, "maka Allah akan memenuhi hatinya dengan ketenangan, kesejahteraan, iman yang kuat" 


dan juga hadis setelahnya, "nanti akan dipanggil di hari kiamat orang-orang yang diberikan pahala atas mereka yang suka memaafkan kesalahan makhluk yang lain" 


Jadi kalau kita ingat pembahasan sebelumnya, sabar atas sesuatu yang kadang di luar kendali kita, misalnya ada makhluk atau sesama makhluk di antara kita yang menyakiti kita, di sini dikatakan oleh Nabi, ketika ada yang menyakiti kita atau memuji kita dan kita menahan rasa itu, maka kata Nabi "Allah akan menjadikan kesabaran kita itu adalah sebuah iman yang kuat "


Susah, karena kadang praktek tidak segampang teori. Tapi ketika kita meyakini bahwa ketika melakukan praktek itu ada tujuan iman, ada tujuan untuk siapa, ada tujuannya untuk apa, maka sesuatu yang awalnya susah tadi akan dimudahkan oleh Allah, karena tujuan kita adalah untuk menjalankan sunnah Nabi, dikumpulkan sama Nabi SAW. 


Kata Habib Ali Zaenal Abidin Al Hamid, Sabar itu nggak ada batasnya, kita yang membatasinya. jadi semakin kita bisa memaafkan orang-orang yang menyakiti hati kita, semakin kuat ikatan iman kita dengan Allah. karena ketika ada yang menguji iman, memancing kemarahan, kita tenang, sabar, serahkan kepada Allah. kita Maafkan, kita mencoba memahami kondisi orang yang menyakiti kita, kalau dia sedang ga baik atau kalau kita yang edang ga baik, kita niatkan " ya Allah, ana mau ittiba Nabi, mau ngikutin sunnahnya Nabi, mau ngikutin apa yang disampaikan di dalam hadisnya Nabi, dengan ini tujuan ana supaya Allah ridho dan iman saya bertambah" sesuatu yang mungkin awalnya bikin Hati nggak tenang, dipancing amarah kita, tapi kita tetap melibatkan Allah dan Rasulullah dalam rasa kita, pasti rasa itu akan hilang. diikuti dengan keluasan, kelapangan. 


kadang semakin kita berusaha untuk sabar, semakin kita praktek sabar, semakin sama Allah betul-betul diuji. betul nggak kesabaran hambanya ini? betul nggak dia ingin menjadi sosok hamba yang sabar? 


Dikatakan di dalam Alquran, Allah bersama orang-orang yang sabar. Jangan takut jika ada yang memancing amarah kita, kita sabar. 


Dikatakan di sini oleh Imam Haddad bahwa "barangsiapa yang melazimkan kesabaran atas dirinya, maka Allah akan memberikan kemuliaan kepadanya dengan akhlak yang baik" dan itu adalah kesempurnaan yang sempurna. kita memaafkan orang yang menyakiti kita, menjadikan hati kita sabar atas orang-orang yang mungkin semakin kita berusaha sabar semakin diuji kesabaran kita, tapi kita tetap terus memaafkan. maka Allah akan menjadikan kita sebagai orang-orang yang Allah muliakan dengan akhlak yang baik. dan akhlak yang baik ini diambil dari kesabaran yang berusaha kita praktekkan dan bagaimana kita memaafkan mereka, karena sabar tapi ada dendam itu nggak ada ujungnya, tapi sabar dan memaafkan itu yang akan menjadikan kita lapang yang sebenarnya. kita bisa sabar atas orang, tapi kita dendam sama dia, bahaya itu. 


Jadi sabar dan memaafkan itu adalah satu paket. Kalau kita sabar aja tapi tidak memaafkan, itu sama dengan ngajarin hati kita buat dendam sama orang lain. Jadi yang paling penting itu adalah ketika kita berusaha untuk praktek sabar, ketika kita berusaha untuk sabar dalam hidupnya kita, sempurnakan dengan Maafkan. Kadang kita bisa sabar atas kelakuan orang, tapi kita nggak bisa maafin kesalahan mereka ini. 


Dilanjutkan oleh Nabi SAW, "tidak ada timbangan yang paling berat nanti selain akhlak yang baik." orang-orang yang punya akhlak yang baik ini akan sampai derajatnya kepada mereka yang tidak pernah meninggalkan sholat wajib ataupun sunnah, dan juga puasa wajib ataupun sunnah. dan kata Nabi saw, orang-orang yang mempunyai akhlak yang baik itu timbangan baiknya berat nanti. dan untuk mendapatkan timbangan yang berat ini, apakah semudah itu? nggak. 


Tidak semua yang dituliskan itu segampang itu kita praktekkan. jadi ketika kita yakin ketika kita tahu atas apa keutamaannya yang akan kita dapatkan dari kesabaran dan memaafkan ini, maka akan mudah bagi kita untuk menjalankan itu. Dijadikan sebagai salah seorang hamba yang dekat dengan Allah, dijadikan umat Nabi yang tidak menyusahkan Nabi di hari kiamat"


Kita coba pelan-pelan, maafkan siapapun yang pernah menyakiti kita, dzahir maupun batin. Walaupun sulit bagi kita memaafkan karena dia tidak pernah minta maaf sama sekali dan selalu mengulang kesalahan yang sama, dan hati kita nggak sekuat sesabar itu, boleh kita sampaikan kepada dia. sampaikan daripada kalau kita tahan itu menghadirkan dendam. Sampaikan hati kita tenang ga ada dendam. kalau misalnya itu bisa membawa ke jalan yang baik gpp. Tapi kalau misal nya kita melakukan sesuatu itu lebih banyak mudaratnya, coba kita latih diri kita untuk sabar dan mengerti keadaan dia. urusan Siapa yang mengerti kita, serahkan kepada Allah. cukup Allah. 


ketika Allah sudah memberikan pengertian yang luar biasa kepada kita, pengertian makhluk itu nggak ada apa-apanya, dan kita tahu siapa yang mengerti kita yaitu Allah Subhanahu Wa Ta'ala. 


Dikatakan di hadist Nabi Saw bahwa, "orang-orang yang mencintai aku dan yang paling dekat dengan aku nanti ketika hari kiamat adalah mereka yang memiliki akhlak yang baik" Jadi kalau kita ingin dicintai oleh Nabi, sesuai dari hadis Nabi yang disampaikan. 


kata Rasul Saw, "orang-orang yang akan menjadi golongan orang-orang yang paling aku cintai, yang paling dekat dengan aku nanti di dalam sebuah majelis ketika di hari kiamat, merekalah orang-orang yang punya akhlak yang baik". Kalau kita pengen dapat shaf depan yang ngeliat wajah Nabi Saw itu paling jelas dibandingkan sosok yang belakang, maka salah satu caranya adalah jadikanlah akhlak kamu sebaik-baik akhlak. 


Karena di yaumul Qiyamah, ketika kita sampai di akhir daripada semua perjalanan kita, kita sudah kembali ke tempat yang semestinya, pasti akan ada masa di mana semua umat Nabi dikumpulkan dengan Nabi, kita mendengarkan dan Rasul yang menyampaikan kepada kita. dan yang paling dekat nanti dengan nabi saat itu adalah mereka yang akhlaknya baik. kalau kita ada di shaf depan kita dapat melihat dengan jelas. shaf kedua jelas walaupun kurang ,begitu seterusnya hingga yang paling belakang. 


Coba bilang sama diri kita, pikirkan dalam pikiran kita, coba kasih tahu hatinya kitax kalau misalnya di dunia sama Allah kita belum dikasih niat untuk ketemu sama Nabi, masa di akhirat juga kita mau duduk di paling belakang? kita duduk di tempat yang paling jauh dengan Nabi Saw? 


Kalau misalnya kita mengutamakan nafsu kita, ketika kita mau berusaha untuk memperbaiki akhlak kita sebagai akhlak yang baik dengan melatih diri kita dengan kesabaran yang sudah diajarkan, lalu kita capek misalnya, nggak kuat, lalu kita mundur maka kita akan kehilangan tempat yang paling dekat dengan Nabi nmsaq nanti ketika di hari kiamat. sedangkan kita tahu nanti di akhirat itu adalah tempat yang paling kekal abadi, masa kita mau duduk di belakang? 


Sudah cukup di dunia ada perbedaan jarak antara kita dengan Rasul secara dhahir, gimana nanti di akhirat? Jadi kalau misalnya ada sesuatu yang bikin hati kita enggak kuat, ingat lagi kalau kita mau dekat sama Nabi Saw. Jadi kita harus sabar dan kita harus memaafkan. nggak boleh dendam sama siapapun. Kita harus mengerti dengan urusan siapa yang mengerti, kita biarkan urusan Allah saja. 


Dikatakan bahwa orang-orang yang berakhlak mulia dapat ditunjukkan dengan wajah yang berseri-seri, tenang. Kalau orang melihatnya nyaman. 


Jadi orang-orang yang akhlakfnya baik, kata Imam Haddad hatinya mantap. Kalau hatinya mantap maka pekerjaannya pun kalau orang lihat bagus, enak, tenang, coba kalau kita berusaha untuk mengatur diri kita, kita atur hati kita, kita ingat bukan hanya kemuliaan yang akan didapatkan bagi mereka yang mempunyai akhlak yang baik di sisi Allah, tapi mereka juga akan mendapatkan tempat yang dekat dengan Nabi Saw. terus juga ketika di dunia mukanya pun akan lebih berseri-seri.


Kata Imam Ghazali hatinya akan mantap hati orang-orang yang memiliki akhlak yang baik. ini ketika hati mantap maka semua pekerjaan yang di lakukan, orang melihatnya enak,tenang, senang. syaratnya sabar dan maafkan. Maafkanlah siapapun apapun berusahalah untuk kita mengerti keadaan orang lain. 


Sabar atas syahwat itu semua yang membuat hati kita nafsu, kita condong kepada perkara-perkara dunia. Dikatakan oleh Imam Haddad seorang itu akan sempurna kesabarannya kalau dia mencukupkan nafsunya nafsu batinnya dengan menjauhkan dirinya dari sesuatu hal yang berhubungan dengan syahwat. Sesuatu hal yang berhubungan dengan apapun yang mengarahkan ke dunia itu dijauhkan 


Dikatakan bahwa bagaimana kita menuntut diri kita untuk semakin sibuk dengan diri kita dengan Allah menyebabkan ibadah yang lebih banyak dan tidak terjerumus menceburkan diri kita terhadap sesuatu yang berhubungan dengan syubhat, berhubungan dengan haram atau berhubungan dengan sesuatu yang justru membuat kita semakin jauh dari Allah. 


dan bagaimana kita tidak memudahkan nafsu kita terhadap dunia. Itu karena memang sesuatu yang berhubungan dengan dunia dia akan ada masanya, dia akan habis, dia akan selesai. Lalu bagaimana kita menyeburkan diri kita terhadap Allah dengan ibadah? karena yang kita cari adalah kekekalan kekal yang akan sempurna kalau misalnya kita ada di dunia kita sibuk untuk menyiapkan bekal untuk sesuatu yang kekal nantinya. 


Dan dikatakan di sini oleh Abu Sulaiman bahwa "satu syahwat yang kita tinggalkan itu sangat bermanfaat untuk ibadah di hatinya kita". jadi satu syahwat yang kita tinggalkan, manfaatnya untuk hati kita adalah hati kita akan sibuk dengan ibadah yang rasanya selama setahun. karena syahwat itu kadang memancing kita untuk menahan melakukan ibadah terhadap Allah. makanya kata Abu Sulaiman yang ditinggalin satu itu luar biasa untuk ibadahmu. 


dikatakan bahwa orang-orang yang sabar atas syahwatnya, maka Allah akan memuliakan dirinya dengan menghilangkan cinta terhadap syahwatnya tadi dari hatinya sampai hatinya lapang dan sabar. 


"Aku ingin supaya bisa meninggalkan segala sesuatu yang ku inginkan sehingga tidak ada sesuatupun keinginan di dalam diriku" dan ini adalah orang-orang yang soleh, yang dekat dengan Allah. 


Bagaimana meninggalkan sesuatu yang sebenarnya sangat diinginkan. semakin ingin, semakin ditinggalkan. Kenapa? Agar tidak ada keinginan lain lagi yang akan menjadikan itu sebagai bumbu-bumbu syahwat di dalam hatinya. karena semakin kita membiarkan syahwat itu besar di dalam hati kita, nafsu kita semakin besar maka semakin jauh kita dari Allah. 


Makanya kalau ada sesuatu yang berhubungan dengan nafsu kita, sabar dulu, kita pikir dulu, kalau kita ingin itu apakah itu membuat kita dekat dengan Allah? kalau kita ingin itu apakah itu akan membuat kita semakin mengenal Allah? kalau kita ingin itu apakah itu membuat kita semakin kuat ibadah kita? 


Kalau kita sudah biasa untuk menahan supaya tidak mengikuti dia, maka semakin Allah berikan jalan yang begitu luar biasa. Allah keluarkan semua nafsu, syahwat yang tidak baik dalam diri kita, dan terutama dalam hati kita. Sehingga kita lebih fokus terhadap Allah Subhanahu Wa Ta'ala, kita lebih fokus terhadap ibadahnya kita kepada Allah. 


Jadi ada 4 PR kita dalam fasl ini : 

1. Bagaimana kita sabar atas ketaatan.b

pelan-pelan ingat lagi kita perlu bekal untuk pulang

2. Kita harus sabar atas maksiat 

Dimana kita tahu bahwa Allah melihat kita, Allah menyaksikan kita, Rasulullah melihat kita, Rasulullah dapat laporan dari para malaikat atas segala hal yang kita lakukan, masa iya mau mengecewakan Nabi dengan maksiat yang kita lakukan? sabar dulu. 

3. sabar atas yang datang dari Allah 

Rasa sakit, orang-orang yang kita cintai diambil, ditinggalkan oleh orang-orang yang kita sayang, diambil harta. 


Ingat, semua yang datang dari Allah ifu titipan. semua milik Allah. ketika Allah mengambil bukan berarti kita harus menyalahkan Allah, tapi kita harus ingat mungkin kita terlalu menikmati apa yang kita miliki sampai kita lupa bahwa semua itu hanya milik Allah. Allah yang titipkan itu sama Allah bisa diambil. berarti tugas kita adalah kembali ke Allah, bukan malah menjauh dan menyalahkan Allah. Lalu, abar terhadap makhluk. banyak yang akan menguji kita, memancing amarah kita, maafkan. 

4. sabar atas segala nafsu 

Nafsu yang ada dalam dirinya kita, yang berhubungan dengan dunia entah dhohir atau batin, karena semakin kita bisa sabar atas syahwat ini maka akan semakin mudah kita untuk dekat dengan Allah, ibadah kita lancar. Kenapa kadang ibadah kita sulit untuk mendapatkan kenikmatan di dalamnya? berarti sabar atas syahwat kita itu lerlu diperbaiki. Ada nafsu yang besar sehingga membuat jarak antara kita dengan Allah. 


Seperti yang dikatakan oleh Abu Sulaiman tadi, meninggalkan satu syahwat saja ada manfaat besar di hatinya kita. dikatakan tadi juga bahwa Allah akan mengeluarkan syahwat nafsu yang nggak baik di dalam dirinya kita, dalam hatinya kita.


QNA : 


1. Jika kita punya teman lalu ada orang lain menguji kesabaran, teman kita sudah sabar untuk menghadapi orang lain tersebut, tapi lama-lama seperti merasa batas kesabarannya sudah penuh, padahal tidak ada batasnya, bagaimana cara menasehati teman biar tidak tersinggung? 

=> sebenarnya ketika kita ingin mengingatkan teman itu kita bisa lihat dulu tipe teman kita yang seperti apa. Apakah orangnya serius atau bisa diajak bercanda? misal kita punya teman yang serius, sampaikan pelan-pelan. sampaikan tanpa harus menunjukkan kalau kita lebih sabar dari dia. tapi kalau misalnya kita punya temen yang nggak terlalu serius tapi mendengarkan, bisa sambil bercanda. Ketika kita menyampaikan terhadap orang-orang yang ada di sekitar kita, apalagi teman kita, kita harus tahu duli seperti apa teman kita ini. kuncinya sebelum kita menyampaikan ke teman-teman kita, sampaikan dulu kepada Allah (tawasul), kita hanya menyampaikan, urusan dia menerima atau tidak itu urusan Allah yang membukakan atau tidak.


2. Tips atau amalan biar jadi orang yang lebih sabar dan nggak jadi orang yang tergesa-gesa? 

=> Tips sabar itu adalah menahan diri. jadi kalau misal ada amalan juga kita ingat tentang cerita Nabi sama Sayyidah Aisyah yang kalau marah Itu pencet hidung, itu bisa menahan diri. ketika ada sesuatu yang memancing kita untuk apapun yang berhubungan dengan kesabaran, kita tarik nafas, pegang dada, terus istighfar ganjil, kalau sudah mulai tenang baru tutup dengan sholawat. Ingat aja kalau ada sesuatu hal yang membuat kita tergesa-gesa itu datangnya dari setan. kalau kita tidak mau disebut sebagai setan, berhenti tergesa-gesa. kalau mau tergesa-gesa, kita ingat lagi karena tergesa-gesa itu dari setan. 


3. Gimana bedain seseorang itu sabar atau suka mengalah atau lemah, karena kadang nggak mau memperpanjang masalah tapi malah di-judge lemah sama orang lain? 

=> kalau misalnya ada orang yang menjudge orang yang mengalah itu lemah, berarti dia lebih lemah daripada orang yang dia judge itu. kenapa? karena dikatakan bahwa seseorang itu tidak tahu bagaimana sikap seseorang tersebut kecuali dia pernah ada di posisi itu. sama, seseorang itu tidak tahu orang lain itu lemah kalau dia pun tak pernah ada di posisi itu. sabar itu boleh menyampaikan, tapi sampaikan tanpa harus menyakiti mereka. Kalau setelah itu mereka masih memancing amarah kita, ya sudah biarkan mereka menilai seperti apa, urusan kita adalah bagaimana kita di hadapan Allah. 


4. Jika kita sudah memaafkan namun tidak bisa melupakan kesalahannya, Apakah itu masih belum bisa dianggap memaafkan? 

=> Berarti dia memaafkan tapi belum ikhlas. karena orang yang ikhlas bukan hanya memaafkan, tapi melupakan betul-betul apa yang telah terjadi walaupun orang yang melakukan kesalahan itu ada di depan dia. kalau kita betul ikhlas, entah orang itu muncul atau kita mendengar cerita dia maka kita sudah melupakan apa yang dilakukan, tapi kalau misalnya masih ada bayang-bayang kesalahannya, kita masih ingat, berarti kita belum betul-betul memaafkan dia. 


5. Makruh tadi terbagi menjadi dua, apa saja? 

=> a. Makruh dari Allah ( sabar atas rasa sakit yang Allah berikan, sabar atas diambil orang yang dia sayang atau dijauhkan dari sesuatu yang dia cintai, diambil hartanya , sesuatu yang memang hanya bisa dilakukan oleh Allah swt) bagaimana kita tidak menyalahkan Allah, ketika Allah ambil Allah ingin mengingatkan bahwa itu milik Allah. 

b. makruh yang datang dari makhluk (orang-orang yang menyakiti kita, menguji kesabaran, mancing keributan, yang mau ngomongin segala macam). dan bila kita bisa sabar atas ini dan memaafkan, tidak ada dendam di dalamnya. 


6. Saya merasa bersalah Jika ada yang menyakiti saya kemudian saya balas dengan mendiami. Saya ingin mengambil sikap saya tidak tersakiti, tapi saya belum bisa mengambil langkah tersebut. 

=> Jika orang yang kita diamkan itu bisa menambah, yang jika kita ngomong itu menimbulkan kebencian, boleh diam sebentar tapi jangan diamkan dia dengan diam yang seperti mana kita tidak ingin didiamkan. Kasih waktu untuk kita tenang dulu, karena Takutnya kalau kita meledak keluar. Jadi boleh kita diam dulu dengan niat menenangkan hati, bukan menjauh dari dia. supaya kita justru tidak menyakiti dia, dan diamnya nggak boleh lebih dari 3 hari. sekaligus diam untuk melatih diri kita untuk bisa bersikap tidak menjadi seperti yang tersakiti. Kenapa susah bagi kita untuk mengambil langkah yang masih tersakiti, kenapa susah bagi kita untuk menutupi itu?karena kita kurang melibatkan Allah dalam perasaannya kita. Komunikasi terus sama Allah hingga nggak ada celah bagi setan untuk masuk. 


7. Bagaimana cara bertawasul yang mudah dan singkat. 

=> Boleh singkatin niat baca begini " Ya Allah dengan tawasul kepada Nabi Muhammad, tenangkan hati ana, allah hadirkan kesabaran dalam hati ana dan atas niat tawasul kepada Nabi ini mudahkanlah" langsung baca al-fatihah, itu singkat. Bahasa indo juga boleh. 


8. Bagaimana cara sabar dalam menyikapi orang yang membenci kita walaupun kita sudah meminta maaf kepadanya? 

=> Namanya makhluk pasti salah dan lupa. terus kalau misal sudah minta maaf namun dia masih benci sama kita sabar kita seperti apa? a) kita harus husnuzon. 

b) senyumin. tetep libatkan allah "ya allah luluhkan hatinya". 

c) doa. Sebesar apapun usaha kita untuk meminta maaf tapi kalau kita tidak melibatkan Allah dan Rasulullah maka akan lebih panjang waktunya. 


Wallahua'lam bishowab


Halal share dan di mohon untuk tidak menghilangkan sumber catatan, BaraakAllah Fiikum.


Salam cinta 💙

 𝓜𝓽. 𝓓𝓪𝓻𝓾𝔃𝓩𝓪𝓱𝓻𝓪

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dars Risalah Muawanah - Ustadzah Dara Husaien

Dars Risalah Muawwanah 11 Mei 2024

Dars Risalah Muawwanah 2 Desember 2023