Dars Risalah Muawwanah 26 Agustus 2023
Bersama: Ustadzah Dara Husaien
Waktu: 26 Agustus 2023 (7 Safar 1445H)
Halaman: 155
-----
*DARS RISALAH MUAWWANAH*
*FASL TAUBAT*
Dianjurkan kepada kamu untuk memperbarui setiap taubat yg kamu lakukan. Dikatakan oleh Imam Haddad, bahwa Rasulullah yg sempurna pun tetap datang ke Allah untuk memohon ampunan dan tetap memperbanyak istighfar. Apakah kita sudah bertaubat? Apakah kita sudah terus mengulang dan memperbaiki taubat kita? Apakah kita bertaubat hanya menunggu ketika membuat kemaksiatan besar? Padahal tanpa kita sadari, kita sering melakukan maksiat baik dari yg kecil maupun besar. Maka dari itu, jgn menunggu maksiat baru bertaubat. Alangkah baiknya sebelum tidur melakukan sholat Sunnah taubat, dan ketika bangun di sepertiga malam sholat Sunnah taubat lagi. Kita ni sebagai manusia kadang kala sering merasa benar, sering merasa tak berbuat maksiat, padahal seharusnya kita sadari bahwa masih banyak dosa yg harus kita bersihkan, masih banyak dosa yg harus kita minta ampunan ke Allah. Walaupun sudah taubat tetapi masih sering mengulangi kesalahannya, tetaplah bertaubat dan jgn pernah berhenti bertaubat. Apakah kita sudah yakin bahwa kita akan dimasukkan ke dalam surga nya Allah? Kata Imam Haddad, taubat itu bisa dilakukan di siang hari maupun malam hari, bisa dilakukan diwaktu apa saja, apalagi jika diwaktu tenang dan sunyi. Rasulullah bersabda, “Barangsiapa membiasakan diri untuk beristighfar, Allah akan memberikan jalan keluar baginya dari setiap kesulitan, akan memberikan kebahagiaan dari setiap kesusahan, dan akan memberi rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.”(HR Abu Daud dan Ibnu Majah).
Kalo kita belum bisa menangis dihadapan Allah sembari istighfar, setidaknya kita betul2 memaknai kalimat istighfar. Karna jika tak memaknai istighfar maka anak kecil pun bisa melakukannya. Oleh karena itu, hadirkan hati kita, khusyuk kan istighfar kita, maknai istighfar kita dan jangan hanya sekedar dari lisan aja. Istighfar ini adalah suatu kalimat yg luar biasa. Waktu itu di dars Habib Umar pada Jalsah itsnain, dimana beliau bilang, iman itu adalah rezeki dari zat yg mencintai bagi siapa yang dicintai nya. Jadi iman itu diberikan dari Allah kepada yg dicintai nya. Kita harus bersyukur ketika Allah turunkan iman pada kita, karna itu berarti Allah sudah turunkan rasa cintanya kepada kita. Walaupun iman kita sekecil biji dzarrah, tapi tetaplah berusaha untuk menjadi hamba yg beriman. Ketika Allah dah kasih iman sama kita, bukan brrt kita adalah hamba yg beriman yg dapat masuk surga begitu saja (jangan menyepelekan). Guru-guru kita udah sering menyampaikan bahwa, teruslah datang kepada Allah untuk bertaubat. Tapi herannya kita tetap tidak bertaubat, tetap ga dateng2 ke Allah, padahal kita tau seberapa banyak dosa kita. Jangan membutakan pandangan kita kepada Allah, jangan hilangkan nikmat iman yg sudah Allah berikan. Yang namanya orang betul-betul beriman, maka sami'na wa atho'na, kami dengar dan kami taat. Nah kita tau apa yg Allah perintahkan, maka dari itu jalankan, taati. Coba tanyakan pada hati kita, apa yg kita tunggu, apa yg kita cari. Paksakan diri untuk bertaubat, walaupun diawal terasa hambar dan tak menangis. Paksakan sampai bisa merasakan nikmatnya bertaubat, paksakan sampai km bisa menangis dihadapan Allah. Habib Umar dengan istrinya nih, kl inget tentang kematian, tentang alam barzah, tentang taubat, pasti nangis, selalu nangis. Nah sekelas beliau aja masih menangis, lalu kita yg gada apa2 nya kenapa tidak menyadari dan menangis? Taubat deh, rasakan nikmatnya dekat dgn Allah.
Kata Imam Haddad perbanyak baca, رب غفرلي ورحمني وتب علي انك انت تواب رحيم Paling sedikit itu dibaca 70 kali, kalo bisa dibaca 100 kali. Bacaan itu bisa dibagi 2 kali, yaitu ba'da ashar 70 kali dan ba'da isya' 70 kali. Dan amalan yg disampaikan oleh Imam Haddad ada juga yaitu do'a Nabi Yunus, لااله الاانت سبحانك إني كنت من الظالمين. Dzalim kepada Allah itu ketika kita tau bahwa yg dilakukan adalah maksiat tapi tetap dilakukan. Dzalim kepada Allah itu ketika kita tau banyak dosa, tapi tak kunjung bertaubat kepada Allah. Jadi setelah ini coba hadirkan hati kita untuk bertaubat kepada Allah, datanglah kepada Allah, banyak istighfar, akui bahwa kita ini banyak dosa, banyak salah dan khilaf, akui saja walaupun Allah tau. Selama apapun ibadah yg kita lakukan, jika tak pernah meminta ampunan kepada Allah maka tak akan ada apa-apa nya dan tak akan seimbang. Sering-seringlah sadari bahwa diri kita ini tak pernah luput dari dosa, salah dan khilaf. Jangan tunggu ajal mau datang baru minta ampun, tapi harus dari sekarang, karna kita ga tau kapan ajal kita datang. Usahakan sampai kita bisa berdampingan dengan Rasulullah tanpa membawa dosa satu pun. Allah tuh bisa panggil kita kapan aja, jadi disaat kenikmatan yg Allah berikan saat ini datanglah kepadaNya. Yg sedang suci sholat Sunnah taubat, yg sedang haid maka perbanyaklah istighfar.
Komentar
Posting Komentar